KEBUTUHAN DASAR IBU NIFAS
I.
PENDAHULUAN
a. Deskripsi
singkat
Mata kuliah ini membahas tentang kebutuhan dasar ibu masa nifas.
b.
Manfaat
Dengan mempelajari kebutuhan dasar ibu nifas mahasiswa
diharapkan akan mampu memberikan asuhan kebidanan pada ibu nifas secara benar dan mampu
memberikan konseling dengan baik mengenai kebutuhan dasar ibu nifas sehingga
kebutuhannya dapat terpenuhi dan menghindari risiko yang muncul selama post
partum.
c.
Sasaran Pembelajaran
Setelah mengikuti pertemuan ini, mahasiswa diharapkan akan mampu
mengidentifikasi kebutuhan dasar ibu masa nifas.
- Penyajian
Periode postpartum adalah waktu penyembuhan dan perubahan,
waktu kembali ke keadaan tidak hamil. Dalam masa nifas, alat-alat genitalia
interna maupun eksterna akan berangsur-angsur pulih seperti ke keadaan sebelum
hamil. Untuk membantu mempercepat proses penyembuhan pada masa nifas, maka ibu
nifas membutuhkan diet yang cukup kalori dan protein, membutuhkan istirahat
yang cukup dan sebagainya. Kebutuhan-kebutuhan yang sibutuhkan ibu nifas antara
lain:
A.
NUTRISI DAN CAIRAN
Ø Nutrisi
Nutrisi yang dikonsumsi harus bermutu tinggi, bergizi dan
cukup kalori. Kalori bagus untuk proses metabolism tubuh, kerja organ tubuh,
proses pembentukan ASI. Wanita dewasa membutuhkan 2.200 kalori. Ibu menyusui
memerlukan kalori yang sama dengan wanita dewasa + 700 kalori pada 6 bulan
pertama kemudian + 500 kalori bulan selanjutnya.
Gizi
Ibu Menyusui
1.
Mengkonsumsi tanbahan 500 kalori
tiap hari.
2.
Makan diet berimbang untuk
mendapatkan protein, mineral, dan vitamin yang cukup.
3.
Minum sedikitnya 3 liter setiap hari
(anjurkan ibu untuk minum setiap kali menyusui)
4.
Pil zat besi harus diminum untuk
menambah zat gizi setidaknya selama 40 hari pasca bersalin.
5.
Minum vitamin A (200.000 unit) agar
bias memberikan vitamin A kepada bayinya melalui ASInya.
Sesudah satu bulan pasca persalinan,
makanlah makanan yang mengandung kalori cukup banyak untuk mempertahankan berat
badan si ibu.
Tujuan pemenuhan nutrisi
1. Memulihkan kesehatan
2. Pembentukan dan pengeluaran ASI
Adapun manfaat nutrisi dan cairan untuk ibu nifas:
1. Memberi tenaga atau energi
2. Membangun, memelihara dan mengganti jaringan tubuh yang
rusak.
3. Mengatur dan mengkoordinir pekerjaan tubuh.
4. Menjaga kecukupan ASI.
Jika ibu ingin menyusui bayi kembar
dua, kembar tiga atau bayi baru lahir beserta dengan kakaknya yang balita ibu
membutuhkan kalori lebih banyak daripada ibu menyusui satu bayi saja. Jika ibu
ingin menurunkan berat badan batasi besarnya penurunan tersebut sampai setengah
kilogram perminggu. Pastikan diet ibu mengandung 1500 kalori dan hidrusi diet
cairan atau obat-obatan pengurus badan.
Anjuran pemenuhan nutrisi dan cairan
untuk ibu nifas:
1. Makan 5 – 6 kali sehari, yaitu 3 kali makanan utama dan 2 –
3 kali makanan selingan.
2. Menu berpedoman pada menu seimbang.
3. Memilih makanan dan minuman yang berkhasiat dan memberi efek
positif bagi produksi ASI.
4. Menghindari makanan yang pedas, yang merangsang kembung dan
yang terlalu manis dan berlemak (pantangan).
Zat – zat yang dibutuhkan ibu pasca
persalinan antara lain:
1.
Kalori
Kebutuhan kalori pada masa menyusui sekitar 400 – 500
kalori. Wanita dewasa memerlukan 1800 kalori per hari. Sebaiknya ibu nifas
jangan mengurangi kebutuhan kalori, karena akan mengganggu proses metabolisme
tubuh dan menyebabkan ASI rusak.
2.
Protein
Kebutuhan protein yang dibutuhkan adalah 3 porsi perhari.
Satu porsi setara dengan tiga gelas susu, 2 butir telur, lima putih telur, 120
gram keju, 1¾ gelas yoghurt, 120-140 gram ikan/ daging/ ungags, 200-240 gram
tahu atau 5 – 6 sendok selai kacang.
3. Kalsium dan vitamin D
Kalsium dan vitamin D berguna untuk pembentukan tulang dan
gigi. Kebutuhan kalsium dan vitamin D didapat dari minum susu rendah kalori
atau berjemur dipagi hari. Konsumsi kalsium pada masa menyusui meningkat
menjadi 5 porsi erhari. Satu porsi setara dengan 50-60 gram keju, satu cangkir
susu krim, 160 gram ikan salmon, 120 gram ikan sarden, 280 gram tahu kalsium.
4. Magnesium
Magnesium dibutuhkan sel tubuh untuk membantu gerak otot,
fungsi syaraf dan memperkuat tulang. Kebutuhan magnesium di dapat pada gandum
dan kacang-kacangan.
5. Sayuran hijau dan buah
Kebutuhan yang diperlukan sedikitnya 3 porsi satu hari, satu
porsi setara dengan ⅛ semangka, ¼ manga, ¾ cangkir brokoli, ½ wortel, ¼ - ½
cangkir sayuran hijau yang telah dimasak, satu tomat.
6. Karbohidrat
Selama menyusui kebutuhan karbohidrat diperlukan 6 porsi
perhari. Satu porsi setara dengan ½ cangkir nasi, ¼ cangkir jagung pipil, satu
porsi sereal atau oat, satu iris roti dari bijian utuh, ½ kue muffin dari
bijian utuh, 2 – 6 biskuit kering atau crackers, ½ cangkir kacang-kacangan, ⅔
cangkir kacang koro, atau 40 gram mie/ pasta dari bijian utuh.
7. Lemak
Rata – rata kebutuhan lemak dewasa adalah 4½ lemak (14 gram
perporsi) perharinya. Satu porsi lemak sma dengan 80 gram keju, 3 sendok makan
kacang tanah atau kenari, 4 sendok makan krim, secangkir eskrim, ½ buah
alpukat, 2 sendok makan selai kacang, 120 – 140 gram daging tanpa lemak,
Sembilan kentang goring, 2 iris cake, satu sendok makan mayones atau mentega,
atau 2 sendok makan saus salad.
8. Garam
Selama periode nifas, hindari konsumsi garam berlebihan.
Hindari makanan asin, keripik kentang atau acar.
9. Cairan
Konsumsi cairan sebanyak 8 gelas perhari. Minumsedikitnya 3
liter tiap hari. Kebutuhan akan cairan diperoleh dari air putih, sari buah,
susu dan sup.
10. Vitamin
Kebutuhan vitamin selama menyusui sangat dibutuhkan. Vitamin
yang dibtuhkan antara lain:
a. Vitamin A yang berguna bagi
kesehatan kulit, kelenjar serta mata. Vitamin A terdapat dalam telur, hati dan
keju. Jumlah yang dibutuhkan adalah 1,300 mg.
b. Vitamin B6 membantu penyerapan
protein dan meningkatkan fungsi syaraf. Asupan B6 sebanyak 2-0 mg perhari.
Vitamin B6 dapat ditemi di daging, hati, padi-padian, kacang polong dan
kentang.
c. Vitamin E berfungsisebagai antioksidan,
meningkatkan stamin dan daya tahan tubuh. Terdapat dalam makanan berserat,
kacang-kacangan, minyak nabati dan gandum.
11. Zinc
(Seng)
Berfungsi untuk kekebalan tubuh, penyembuhan luka dan
pertumbuhan. Kebutuhan zinc didapat dalam daging, telur dan gandum. Enzim dalam
pencernaan dan metabolism memerlukan seng. Kebutuhan seng tiap hari sekitar 12
mg. sumber seng terdapat pada seafood, hati dan daging.
12. DHA
DHA penting untuk perkembangan daya lihat dan mental bayi.
Asupan DHA berpengaruh langsung pada kandungan dalam ASI. Sumber DHA ada pada
telur, otak, hati dan ikan.
Tabel. Contoh menu sehari-hari ibu nifas dan menyusui
|
Jenis makanan
|
Bayi 0 – 6 bulan
|
Bayi > 6 bulan
|
|
Nasi
|
5 piring
|
4 piring
|
|
Ikan
|
3 potong
|
2 potong
|
|
Tempe
|
5 potong
|
4 potong
|
|
Sayuran
|
3 mangkuk
|
3 mangkok
|
|
Buah
|
2 potong
|
2 potong
|
|
Gula
|
5 sdm
|
5 sdm
|
|
Susu
|
1 gelas
|
1 gelas
|
|
Air
|
8 gelas
|
8 gelas
|
B.
AMBULASI
Setelah bersalin, ibu akan merasa
lelah. Oleh karena itu, ibu harus sehat. Mobilisasi yang dilakukan tergantung
pada komplikasi persalinan, nifas dan sembuhnya luka.
Ambulasi dini (early ambulation)
adalah mobilisasi segera setelah ibu melahirkan dengan membimbing ibu untuk
bangun dari tempat tidurnya. Ibu postpartum diperbolehkan bangun dari tempat
tidurnya 24 – 48 jam setelah melahirkan. Anjurkan ibu untuk memulai mobilisasi
dengan miring kanan/kiri, duduk kemudian berjalan.
Keuntungan ambulasi dini adalah:
1. Ibu merasa lebih sehat dan kuat.
2. Fungsi usus, sirkulasi, paru-paru
dan perkemihan lebih baik.
3. Memungkinkan kita mengajrkan ibu
cara merawat anakanya selama ibu masih dirumah sakit. Misalnya memandikan,
mengganti pakaian, dan memberi makan.
4. Lebih sesuai dengan keadaan
Indonesia (social ekonomis).
Menurut penelitian tidak berpengaruh buruk, tidak
menyebabkan perdarahan abnormal, tidak mempengaruhi penyembuhan luka episiotemi
maupun luka diperut, serta tidak memperbesar kemungkinan prolapses uteri. Early
ambulation tidak dianjurkan pada bu postpartum dengan penyulit, seperti anemia,
penyakit jantung, penyakit paru-paru, demam, dan sebagainya.
C.
ELIMINASI
Ø BAK/
Miksi
Buang
air kecil sendiri sebaiknya dilakukan
secepatnya. Miksi normal bila BAK spontan setiap 3-4 jam. Kesulitan BAK
dapat disebabkan karena springter uretra tertekan oleh kepala janin dan spasme
oleh iritasi muskulo spingter ani selama persalinan, atau dikarenakan oedem
kandung kemih selama persalinan. Lakukan kateterisasi apabila kandung kemih
penuh dan sulit berkemih.
Ø Defekasi
/ BAB
Ibu
diharapkan dapat BAB sekitar 3-4 hari postpartum. Apabila mengalami kesuliatan
BAB atau obstipasi, lakukan diet teratur ; cukup cairan : konsumsi makanan
berserat; olahraga; berikan obat rangsangan per oral atau per rektal atau
lakukan klisma bilamana perlu
D.
KEBERSIHAN DIRI
Kebersihan diri berguna untuk
mengurangi infeksi dan meningkatkan perasaan nyaman. Kebersihan diri meliputi
kebersihan tubuh, pakaian, tempat tidur maupun lingkungan.
Beberapa hal yang dapat dilakukan ibu postpartum dalam
menjaga kebersihan diri, adalah sebagai berikut:
1.
Mandi teratur minimal 2 kali sehari
2.
Mengganti pakaian dan alas tempat
tidur
3.
Menjaga lingkungan sekitar tempat
tinggal
4.
Melakukan perawatan perineum
5.
Mengganti pembalut minimal 2 kali
sehari
6.
Mencuci tangan setiap membersihkan
daerah genitalia.
Berikut mengenai cara membersihkan
vagina yang benar :
1. Siram mulut vagina hingga bersih dengan air setiap kali BAK
dan BAB. Air yang dipergunakan tak perlu matang asalkan bersih. Basuh dari arah
depan ke belakang hingga tidak adda sisa-sisa kotoran yang menempel disekitar
vagina baik itu dari air seni maupun feses yang mengandung kuman dan bisa
menimbulkan infeksi pada luka jahitan.
2. Vagina boleh dicuci menggunakan sabun maupun cairan
antiseptic karena dapat berfungsi sebagai penghilang kuman. Yang penting jangan
takut memegang daerah tersebut dengan saksama.
3. Bila ibu benar-benar takut menyentuh luka jahitan, upaya
menjaga kebersihan vagina dapat dilakukan dengan cara duduk berendam dalam
cairan antiseptic selama 10 menit. Lakukan setelah BAK atau BAB.
4. Yang kadang terlupakan, setelah vagina dibersihkan,
pembalutnya tidak diganti. Bila seperti itu caraya maka akan percuma saja.
Bukankah pembalut tersebut sudah dinodai darah dan kotoran? Berarti bila
pembalut tidak diganti, maka vagina akan tetap lembab dan kotor.
5. Setelah dibasuh, keringkan perineum dengan handuk lembut,
lalu kenakan pembalut baru. Ingat pembalut harus diganti setiap habis BAK atau
BAB atau minimal 3 jam sekali atau bila sudah dirasa tidak nyaman.
6. Setelah semua langkah tadi dilakukan, perineum dapat diolesi
salep antibiotic yang diresepkan oleh dokter.
E.
ISTIRAHAT
Istirahat yang memuaskan bagi ibu
yang baru merupakan masalah yang sangat penting sekalipun kadang-kadang tidak
mudah dicapai. Keharusan ibu untuk beristirahat sesudah melahirkan memang tidak
diragukan lagi, kehamilan dengan beban kandungan yang berat dan banyak keadaan
yang menganggu lainnya, plus pekerjaan bersalin. Dengan tubuh yang letih dan
mungkin pula pikiran yang sangat aktif, ibu sering perlu diingatkan dan dibantu
agar mendapat istirahat yang cukup.
Hal – hal yang dapat dilakukan ibu
dalam memenuhi kebutuhan istirahatnya antara lain:
1.
Anjurkan ibu untuk cukup istirahat.
2.
Sarankan ibu untuk melakukan
kegiatan rumah tangga secara perlahan.
3.
Tidur siang atau istirahat saat bayi
tidur.
Kurang istirahat dapat menyebabkan:
1.
Jumlah ASI berkurang.
2.
Memperlambat proses involusio uteri.
3.
Menyebabkan depresi dan
ketidakmampuan dalam merawat bayi.
.
F.
AKTIVITAS SEKSUAL
Aktivitas seksual yang dapat
dilakukan oleh ibu masa nifas harus memenuhi syarat sebagai berikut ini:
1. Secara fisik aman memulai hubungan
suami istri begitu darah merah berhenti dan ibu dapat memasukkan satu dua
jarinya kedalam vagina tanpa rasa nyeri, maka ibu aman untuk memulai melakukan hubungan
suami istri kapan saja ibu siap.
2. Banyak buadaya yang mempunyai
tradisi menunda hubungan suami istri sampai masa waktu tertentu, misalnya
setelah 40 hari atau 6 minggu setelah persalinan. Keputusan ini bergantung pada
pasangan yang bersangkutan.
Hal yang dapat menyebabkan pola
seksual selama nifas berkurang antara lain:
1.
Gangguan/ ketidaknyamanan fisik.
2.
Kelelahan.
3.
Ketidakseimbangan hormone.
4.
Kecemasan berlebihan.
G.
SENAM NIFAS
Senam Nifas adalah senam yang
dilakukan oleh ibu setelah persalinan, setelah keadaan ibu normal ( pulih
kembali ) . senam nifas merupakan latihan yang tepat untuk memulihkan kondisi
tubuh ibu dan keadaan ibu secara pisiologis maupun psikologis. Wanita yang
setelah persalina seringkali mengeluhkan bentuk tubuhnya yang melar. Hal ini
dapat dimaklumi karena merupakan akibat membesarnya otot rahim karena
pembesaran selama kehamilan dan otot perut jadi memanjang sesuai usai kehamilan
yang terus bertambah . setelah persalinan, otot otot tersebut akan mengendur.
Selain itu, peredaran darah dan pernafasan belum kembali normal. Hingga untuk
mengembalikan tubuh ke bentuk dan kondisi semula salah satunya dengan melakukan
senam nifas yang teratur di samping anjuran-anjuran lainnya.
Beberapa factor yang menentukan
kesiapan ibu untuk memulai senam nifas antara lain :
1. Tingkat kebugaran tubuh ibu
2. Riwayat persalinan
3. Kemudahan bayi dalam pemberian
asuhan
4. Kesulitan adaptasi postpartum.
Tujuan senam nifas:
1.
Membantu mempercepat pemulihan
kondisi ibu.
2.
Mempercepat proses involusio uteri.
3. Membantu memulihkan dan mengencangkan otot panggul, perut,
dan perineum.
4. Memperlancar pengeluaran lokhia.
5. Membantu mengurangi rasa sakit.
6. Merelaksasikan otot-otot yang menunjang proses kehamilan dan
persalinan.
Manfaat senam nifas
1. Membantu memperbaiki sirkulasi darah
2.
Memperbaiki sikap tubuh dan punggung
pasca persalinan.
3.
Memperbaiki otot tonus, pelvis dan
peregangan otot abdomen.
4.
Memperbaiki dan memperkuat otot
panggul.
5.
Membantu ibu lebih relaks dan segar
pasca persalinan.
Senam nifas dilakukan pada saat ibu
benar-benar pulih dan tidak ada komplikasi atau penyulit masa nifas atau
diantara waktu makan. Sebelum senam nifas, persiapan yang dapat dilakukan
adalah :
1. Mengenakan baju yang nyaman untuk olahraga.
2. Minum banyak air putih
3. Dapat dilakukan di tempat tidur.
4. Dapat diiringi musik
5. Perhatikan keadaan ibu.
Latihan senam nifas yang dapat dilakukan antara lain :
1. Senam otot dasar panggul (dapat
dilakukan setelah 3 hari pasca persalinan)
Langkah-langkah senam otot dasar panggul : kerutkan atau
kencangkan otot sekitar vagina, seperti kita menahan BAK selama 5 detik,
kemudian kendorkan selama 3 detik, selajutnya kencangkan lagi. Mulailah dengan
10 kali 5 detik pengencangan otot 3 kali sehari, secara bertahap lakukan senam,
ini sampai mencapai 30-50 kali 5 detik dalam sehari.
2. Senam otot perut (dilakukan setelah 1 minggu nifas)
Senam dilakukan dengan posisi berbaring dan lutut tertekuk
pada alas yang datar dank eras. Mulailah dengan melakukan 5 kali per hari untuk
setiap jenis senam di bawah ini. Setiap minggu tambahkan frekuensinya dengan 5
kali lagi, maka pada akhir masa nifas setiap jenis senam ini dilakukan 30 kali.
Langkah-Langkah senam otot perut :
a. Menggerakkan panggul
· Ratakan bagian bawah punggung dengan alas tempat berbaring
· Keraskan otot perut atau panggul, tahan sampai 5 hitungan,
bernafas biasa
· Otot kembali relaksasi, bagian bawah punggung kembali ke
posisi.
b. Bernafas dalam
Tariklah nafas dalam-dalam dengan tangan diatas perut. Perut
dan tangan diatasnya akan tertarik keatas. Tahan selam 5 detik. Keluarkan nafas
panjang. Perut dan tangan diatasnya akan terdorong kebawah. Kencangkan otot
perut dan tahan selama 5 detik.
c. Menyilangkan tungkai
Lakukan posisi seperti pada langkah A. pada posisi tersebut,
lakukan tumit ke pantat. Bila hal ini tak dapat dilakukan, maka dekatkan tumit
ke pantat sebisanya. Tahan selama 5 detik, pertahankan bagian bawah punggung
tetap rata.
d. Menekukkan tubuh
Lakukan posisi seperti langkah A. tarik dengan menarik dagu
dan mengangkat kepala. Keluarkan nafas dan angkat kedua bahu untuk mencapai
kedua lutut. Tahan selama 5 detik. Tariklah nafas sambil ke posisi dalam 5
hitungan.
e. Bila kekuatan tubuh semakin baik,
lakukan sit-up yang lebih sulit.
Dengan kedua lengan diatas dada. Selanjutnya tangan di
belakang kepala, ingatlag untuk tetap mengencangkan otot perut. Bagian bawah
punggung tetap menempel pada alas tempat berbaring.
Catatan : Bila ibu merasa pusing, merasa sangat lelah atau
darah nifas yang keluar bertambah banyak, ibu sebaiknya menghentikan latihan
senam nifas. Mulai lagi beberapa hari kemudian dan membatasi pada latihan senam
yang dirasakan tidak terlalu melelehkan.
III.
Penutup
1. Kesimpulan
Perempuan masa nifas perlu dipenuhi kebutuhannya untuk bisa
memulihkan kondisi setelah melahirkan dan untuk persiapan laktasi supaya
bayinya tumbuh kembangnya berjalan dengan normal. Kebutuhan yang essensial dari
perempuan nifas meliputi.
a. Nutrisi dan cairan
b. Ambulasi
c. Eliminasi
d. Istirahat
e. Kebersihan diri
f. Seksual
g. Latihan/ senam nifas
2. Tes formatif
Soal:
1. Sebutkan 7 kebutuhan dasar ibu
nifas!
2. Sebutkan manfaat nutrisi dan cairan
pada masa nifas!
3. Sebutkan perawatan kebersihan diri
yang harus dilakukan oleh ibu!
4. Sebutkan tujuan dan manfaat dari
senam nifas!
Kunci jawaban:
1. 7 kebutuhan dasar ibu nifas yaitu:
a. Nutrisi dan cairan
b. Ambulasi
c. Eliminasi
d. Istirahat
e. Kebersihan diri
f. Seksual
g. Latihan/ senam nifas
2. Manfaat nutrisi dan cairan:
a. Memberi tenaga atau energy
b. Membangun, memelihara dan mengganti
jaringan tubuh yang rusak.
c. Mengatur dan mengkoordinir pekerjaan
tubuh.
d. Menjaga kecukupan ASI.
3. Perawatan kebersihan diri
a. Mandi teratur minimal 2 kali sehari
b. Mengganti pakaian dan alas tempat
tidur
c. Menjaga lingkungan sekitar tempat
tinggal
d. Melakukan perawatan perineum
e. Mengganti pembalut minimal 2 kali
sehari
f. Mencuci tangan setiap membersihkan
daerah genitalia.
4. Tujuan senam nifas:
a. Membantu mempercepat pemulihan
kondisi ibu.
b. Mempercepat proses involusio uteri.
c. Membantu memulihkan dan
mengencangkan otot panggul, perut, dan perineum.
d. Memperlancar pengeluaran lokhia.
e. Membantu mengurangi rasa sakit.
f. Merelaksasikan otot-otot yang
menunjang proses kehamilan dan persalinan.
Manfaat senam nifas:
a. Membantu memperbaiki sirkulasi darah
b. Memperbaiki sikap tubuh dan punggung
pasca persalinan.
c. Memperbaiki otot tonus, pelvis dan
peregangan otot abdomen.
d. Memperbaiki dan memperkuat otot
panggul.
e. Membantu ibu lebih relaks dan segar
pasca persalinan.
3. Umpan balik
a. Jika anda dapat mengerjakan seluruh
soal dengan benar, maka anda dapat lanjut ke BAB selanjutnya.
b. Jika anda hanya dapat mengerjakan
3-4 soal dengan benar, maka anda harus mengulangi mempelajari materi pada soal
yang anda jawab salah tersebut.
c. Jika anda hanya dapat mengerjakan
1-2 soal dengan benar atau bahkan tidak dapat mengerjakan satu soalpun, maka
anda harus mengulangi mempelajari BAB ini.
4. Daftar pustaka
a.
Ari Sulistyawati. 2009. Buku Ajar Asuhan Kebidanan pada Masa Nifas.
Yogyakarta: Penerbit Andi.
c.
Siti Saleha. 2009. Asuhan Kebidanan pada Masa Nifas.
Jakarta: Salemba Medika.
d.
Damayanti. 2011. Asuhan kebidanan masa nifas. Refika
Aditama. Bandung.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar